Friska Anggun D
09313244007
International Mathematic Education
· Profesi Guru
Visi dan misi guru yang utama adalah ikut mencerdaskan generasi muda dan bisa mengantarkan mereka sebagai manusia yang sukses. Niatan guru untuk menyumbangkan keberhasilan tidak selalu berjalan mulus seperti yang diimpikan. Ada saja persoalan yang membuat guru bersikap canggung dan berada dalam kegamangan sikap. Bermula dari diri guru sendiri, mereka banyak memiliki kekurangan yang manusiawi sehingga tidak pernah menjadi sempurna seperti yang diharapkan banyak orang. Guru wajib membenahi diri dari waktu ke waktu. Mereka tidak dibenarkan memberikan contoh-contoh yang salah kepada muridnya. Potensi guru perlu dikembangkan setiap saat. Hal ini tidak sejalan dengan kondisi sistem pendidikan secara makro. Salah satu contohnya, guru terlalu sibuk menambah jumlah jam mengajar agar bisa menambah penghasilan keluarganya.
Oleh karena itu banyak guru yang berubah menjadi mesin. Mereka tidak bisa berfikir kritis dan mudah dikendalikan orang lain. Selain itu, mereka tidak mempunyai energi untuk para siswanya. Mereka tidak pernah menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengannya. Mereka juga tidak mempunyai tujuan yang jelas untuk pelajaran. Contoh yang lain, mereka tidak punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif, tidak punya keterampilan manajemen kelas yang baik dan tidak dapat memastikan perilaku siswa yang baik saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif, tidak bisa berkomunikasi dengan orang tua siswa, tidak punya harapan yang tinggi pada siswanya dan tidak mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka, tidak memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya, tidak memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan, serta tidak mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa.
Dalam mengantisipasi situasi yang demikian guru masa depan hendaknya merupakan perancang, inovator, motivator, memiliki kemampuan pribadi yang memadai dan sekaligus sebagai pengembang. Sedangkan untuk mewujudkan hal tersebut, perlu dukungan pemerintah dalam bentuk pembenahan dibeberapa unsur, seperti : perekrutan guru yang memenuhi standar kompetensi, melatih guru yang tidak sesuai keahliannya, penyelenggaraan penyegaran untuk selalu memperbaharui pengetahuan guru, dan menerapkan penghargaan dan sangsi yang tegas kepada para guru. Hal yang terpenting adalah seorang guru respek terhadap ilmu yang dipelajari (siswanya).
Dalam pembelajaran, meskipun saat ini berkembang berbagai model ataupun pendekatan pembelajaran, namun tidak menjamin dapat menciptakan pembelajaran yang efektif. Keberhasilan pembelajaran sangat bergantung bagaimana guru tesebut mengelola pembelajarannya. Namun demikian terdapat beberapa prinsip yang dapat dicoba diterapkan untuk menciptakan pembelajaran yang baik, diantaranya : dapat membangun pengetahuan siswa, mampu mengungkap dan mendiskusikan miskonsepsi yang terjadi di kalangan siswa, mampu menciptakan dan mengembangkan pertanyaan-pertanyaan yang efektif, terbiasa dengan menciptakan lingkungan belajar dalam bentuk pemanfaatan kelompok-kelompok kecil, memiliki kesadaran untuk lebih mengutamakan proses daripada hasil akhir, memiliki kemampuan untuk mengelola pembelajaran melalui keterkaitan berbagai ide, dan memiliki kemampuan untuk memanfaatkan berbagai media seperti komputer dan internet untuk memaksimalkan pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas.
Karakteristik (predikat) dari subjek itu sendiri adalah mengidentifikasi fenomena, menjelaskan masalah, mengoperasikan dan yang terakhir mengevaluasi. Pada dasarnya, setiap orang selalu mempunyai hubungan dengan orang lain. Setinggi-tingginya hubungan bagi setiap manusia sama-sama dihubungkan. Jadi, dengan kata lain selalu ada keterikatan antara orang yang satu dengan yang lain.
· Psikologi Pendidikan Matematika
Pada dasarnya, psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia, baik sebagai individu maupun dalam berhubungan dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak, yang disadari maupun yang tidak disadari. Sedangkan pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dengan sengaja untuk mengubah tingkah laku manusia baik secara individu maupun kelompok untuk mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Pendidikan pada hakekatnya adalah suatu pelayanan yang diperuntukkan pada siswa, oleh karena itu dalam psikologi pendidikan juga dibahas aspek-aspek psikis atau gejala kejiwaan yang terdapat pada siswa terutama ketika terlibat dalam proses belajar. Jadi dengan kata lain, psikologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari penerapan teori-teori psikologi dalam pendidikan. Dalam psikologi pendidikan dibahas berbagai tingkah laku yang muncul dalam proses pembelajaran. Di dalamnya terkait berbagai tingkah laku yang perlu dimunculkan ketika guru mengajar dan bagaimana siswa belajar. Pada dasarnya, psikologi itu sendiri sangat penting bagi kehidupan setiap orang. Dalam pendidikan, psikologi juga memegang peranan yang sangat penting. Jika itu semua tidak ada, maka pembelajaran akan terganggu. Psikologi pada siswa terdiri dari pendekatan dengan siswa langsung, mengungkap gejala psikologi siswa, kategori perkembangan anak, kualitatif dan kuantitatif.
Jika itu semua sudah berjalan dengan baik maka kita bisa mengetahui perasaan siswa melalui tingkah laku, respon, komunikasi, pengetahuan dan pengalaman. Meskipun demikian, ada saja hambatan yang disebabkan oleh siswa itu sendiri. Contohnya adalah sifat siswa yang sulit di atur. Banyak siswa yang sering melanggar peraturan sekolahan. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain adalah mengetahui psikologi anak tersebut, paradigma harus diubah menjadi lebih inovatif agar siswa tumbuh dan berkembang.
Disamping itu semua, guru masa depan hendaknya yang memiliki kemampuan, dan ketrampilan bagaimana dapat menciptakan hasil pembelajaran secara optimal, selanjutnya memiliki kepekaan di dalam membaca tanda-tanda zaman, serta memiliki wawasan intelektual dan berpikiran maju, tidak pernah merasa puas dengan ilmu yang ada padanya. Seorang guru seharusnya bertindak sebagai fasilitator, pelindung, pembimbing dan punya figur yang baik (disiplin, loyal, bertanggung jawab, kreatif, melayani sesuai dengan visi, misi yang diinginkan sekolah), termotivasi menyediakan pengalaman belajar bermakna untuk mengalami perubahan belajar berdasarkan keterampilan yang dimiliki siswa dengan berfokus menjadikan kelas yang konduktif secara intelektual fisik dan sosial untuk belajar; menguasai materi, kelas, dan teknologi, punya sikap berciri khas "The Habits for Highly Effective People" dan "Quantum Teaching" serta pendekatan humanis terhadap siswa. Guru menguasai komputer, bahasa, dan psikologi mengajar untuk diterapkan di kelas secara proporsional. Diberlakukan skema rewards dan penegakan disiplin yang humanis terhadap guru dan karyawan.
Guru masa depan juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan kemampuan para siswanya melalui pemahaman, keaktifan, pembelajaran sesuai kemajuan zaman dengan mengembangkan keterampilan hidup agar siswa memiliki sikap kemandirian, perilaku adaptif, koperatif, kompetitif dalam menghadapi tantangan, tuntutan kehidupan sehari-hari. Secara efektif menunjukkan motivasi, percaya diri serta mampu mandiri dan dapat bekerja sama. Selain itu guru masa depan juga dapat menumbuhkembangkan sikap, disiplin, bertanggung jawab, memiliki etika moral, dan memiliki sikap kepedulian yang tinggi, dan memupuk kemampuan otodidak anak didik, memberikan reward ataupun apresiasi terhadap siswa agar mereka bangga akan sekolahnya dan terdidik juga untuk mau menghargai orang lain baik pendapat maupun prestasinya. Kerendahan hati juga perlu dipupuk agar tidak terlalu overmotivated sehingga menjadi congkak. Diberikan pelatihan berpikir kritis dan strategi belajar dengan manajemen waktu yang sesuai serta pelatihan cara mengendalikan emosi agar IQ, EQ dan kedewasaan sosial siswa berimbang. Selain itu, guru masa depan juga harus memiliki keterampilan dasar pembelajaran, kualifikasi keilmuannya juga optimal, performance di dalam kelas maupun luar kelas tidak diragukan. Tentunya sebagai guru masa depan bangga dengan profesinya, dan akan tetap setia menjunjung tinggi kode etik profesinya.
Pendidikan matematika sama dengan pendidikan dalam hal prinsip, faktor, dan sistem. Perbedaannya adalah pendidikan matematika mendalam tentang matematika. Di dalam matematika terdapat filosofi, teori, paradigma pendidikan matematika, dan ideologi suatu bangsa. Matematika adalah cabang dari ilmu pengetahuan. Matematika juga memegang peranan penting dalam kehidupan. Matematika meliputi body of knowledge, science of truth, structure of mathematics, process of thinking, dan social activities. Dalam dunia pendidikan diperlukan adanya sistem. Sistem yang baik dan terorganisir dapat memberikan output yang baik pula dalam pendidikan. Sistem pendidikan sendiri terdiri dari dua macam, yaitu :
1. Centralis, semua di diatur oleh pemerintah pusat.
2. Decentralis, tidak diatur oleh pemerintah pusat sepenuhnya.
Sistem pendidikan di Indonesia adalah transisi dan school base curriculum. Untuk mengembangkan psikologi harus ada konstruksi, pembangunan, dan pengembangan komunikasi. Dalam melakukan pengembangan tentu ada obyek dan metode. Obyek itu berupa isi dan metode itu adalah wadahnya. Psikologi Pembelajaran Matematika (Psychology of Mathematics Learning) memiliki tujuan mengidentifikasi fenomena (identify phenomenon), menjelaskan fenomena (explain phenomenon), mengoperasikan fenomena (operate phenomenon). Fenomena disini adalah fenomena dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran matematika.
Seperti yang diketahui, matematika adalah cabang ilmu pengetahuan. Matematika memegang peran penting dalam ilmu pengetahuan. Tujuan pendidikan matematika adalah :
1. Back to basic (arithmatics)
2. Certification
3. Transfer of knowledge
4. Creativity
5. To develop people comprehensively through mathematics
· Cara Berfikir Manusia
Perbedaan tempat mempengaruhi cara berfikir setiap manusia. Hal itu terjadi karena setiap orang mempunyai pandangan hidup yang berbeda. Oleh karena itu, mereka mempunyai pola hidup yang berbeda pula. Setiap orang tergabung dalam setiap wadah yang mempunyai cara fikir dan pandangan hidup yang sama. Wadah menentukan isi dan merupakan paradigma. Paradigma selalu berkaitan dengan pribadi hidup manusia. Paradigma sangat penting dengan cara berfikir setiap orang. Dalam expository cycle terdapat beberapa cara, yaitu : to delivery, to explain, to give example, to give assigment, and homework. Dari penjelasan di atas dapat di ambil beberapa contoh, yaitu : setiap guru pasti mempunyai metode mengajar yang berbeda-beda dalam proses pembelajaran. Disamping itu adalah perbedaan fasilitas belajar setiap siswa. Hal ini disebabkan oleh cara pemikiran mereka yang berbeda satu sama lain. Oleh karena itu diperlukan suatu wadah agar mereka bisa bertukar informasi, pengetahuan dan pengalaman. Pengalaman sangat penting dalam kehidupan karena pengalaman adalah guru yang terbaik untuk kehidupan setiap orang. Dengan cara bertukar ilmu, banyak hal yang bisa kita dapat. Antara lain adalah kita jadi lebih tahu akan hal yang belum kita ketahui, membantu orang lain, dan yang terpenting adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Pada dasarnya kita harus bersyukur karena diberi cara pandang hidup yang berbeda, karena dengan perbedaan itu akan menjadikan kita lebih tahu akan hal-hal yang belum kita ketahui.
Pandangan hidup setiap bangsa selalu berbeda. Tidak ada satu pun negara yang mempunyai pola hidup yang sama. Sama halnya dengan cara berfikir setiap orang. Dalam hal ini dapat diketahui bahwa pola berfikir adalah dasar dari pandangan hidup. Jadi perlu diadakan musyawarah untuk menciptakan suatu pola hidup bersama agar tercipta kehidupan yang tentram dalam masyarakat. Jika kehidupan dalam masyarakat berjalan lancar maka kehidupan bernegara pun akan berjalan lancar pula. Sebenarnya dengan perbedaan itu, akan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Semakin berbeda, kita harus saling menghargai dan menghormati perbedaan itu. Karena perbedaan adalah awal dari persatuan dan kesatuan. Jadi, mulai sekarang kita harus mulai sadar akan pentingnya persatuan dan kesatuan bagi kehidupan bangsa. Jika kedua hal itu tidak ada, maka bangsa kita akan hancur dan terpecah belah. Lebih parahnya bangsa kita akan dijajah lagi seperti dulu.
Jadi dapat disimpulkan bahwa perbedaan cara berfikir setiap orang tidak mempengaruhi kehidupan dalam hidup bermasyarakat. Tinggal bagaimana kita menyikapi hal tersebut dengan akal sehat. Diperlukan kesadaran yang tinggi untuk menyikapi perbedaan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Perbedaan tersebut pada dasarnya adalah hal yang sama. Setiap orang harus pintar dalam mengatasi perbedaan tersebut. Tanpa ada perbedaan, setiap orang pasti tidak akan mengerti bagaimana cara menghargai dan menghormati antara sesamanya.
· Teori Motivasi
Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu : (1) kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex; (2) kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual; (3) kebutuhan akan kasih sayang (love needs); (4) kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status; dan (5) aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata. Aktualisasi diri adalah istilah yang telah digunakan dalam berbagai teori psikologi, seringkali dengan cara yang sedikit berbeda. Maslow secara eksplisit mendefinisikan aktualisasi diri sebagai "keinginan untuk pemenuhan diri, yaitu kecenderungan baginya [individu] untuk menjadi teraktualisasikan. Kecenderungan ini mungkin diutarakan sebagai keinginan untuk menjadi lebih”. Maslow menggunakan istilah aktualisasi diri untuk menggambarkan keinginan, bukan penggerak, yang bisa mengakibatkan bisa menyadari kemampuan seseorang. Maslow tidak merasa bahwa aktualisasi diri menentukan hidup seseorang, melainkan, ia merasa bahwa itu memberikan keinginan individu, atau motivasi untuk mencapai ambisi. Penggunaan istilah ini sekarang populer di psikologi modern ketika membahas kepribadian dari pendekatan humanistik. Aktualisasi diri ditandai dengan penerimaan diri dan orang lain, spontanitas, keterbukaan, hubungan dengan orang lain yang relatif dekat dan demokratis, kreativitas, humoris, dan mandiri. Pada dasarnya, memiliki kesehatan mental yang bagus atau sehat secara psikologis.
Motivasi adalah aktivasi perilaku berorientasi pada tujuan. Motivasi terdiri dari dua macam, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Terdapat empat macam teori tentang motivasi, yaitu :
1. Instinct Theory
Instinct Theory adalah teori yang menyatakan bahwa semua tindakan, pikiran, dan niat dapat ditelusuri kembali karena insting. Tindakan manusia seperti mengejek orang lain dapat dianggap mirip dengan hewan yang menyerang hewan yang lebih muda dari spesies yang sama yang dapat menghalangi mereka untuk memimpin.
2. The Drive-Reduction Theory
The Drive-Reduction Theory kehilangan dukungan selama bertahun-tahun karena gagal menjelaskan tindakan manusia. Banyak orang yang menikmati naik roller coaster atau skydiving, misalnya, terlepas dari kenyataan bahwa kegiatan tersebut dapat menyebabkan rasa takut dan kecemasan. Teori motivasi yang lebih modern meliputi pokok gairah yang optimal, yaitu, individu-individu bertindak untuk mempertahankan yang sesuai daripada tingkat minimal rangsangan dan gairah. Tingkat optimal bervariasi dari orang ke orang, yang menjelaskan mengapa beberapa orang mengendarai mobil balap dan lain-lain lebih memilih malam di simfoni.
3. Arousal Theory
Arousal Theory didasarkan pada gagasan bahwa individu-individu yang berbeda bekerja lebih baik pada berbagai tingkat gairah dan bahwa setiap individu berusaha untuk menemukan tingkat optimal. Beberapa orang menikmati malam untuk bersantai, sementara orang lain mungkin lebih suka melihat konser pada akhir minggu. Ini juga menjelaskan perilaku pencari sensasi. Ada rangsangan optimal tingkat tinggi, sehingga merasa nyaman mereka terlibat dalam tindakan sensasional.
4. Incentive Theory
Insentif dapat berwujud atau tidak berwujud. Insentif tidak berwujud mungkin melibatkan perasaan baik tentang diri sendiri, sementara satu yang nyata mungkin melibatkan penghargaan atau sesuatu untuk memberikan pengakuan publik. Insentif tidak berwujud juga dikenal sebagai penghargaan intrinsik, sedangkan insentif nyata juga dikenal sebagai imbalan ekstrinsik. Kadang-kadang, satu jenis hadiah diganti dengan yang lain. Hal ini biasanya terjadi ketika sebuah penghargaan intrinsik diganti dengan imbalan ekstrinsik. Sebagai contoh, seseorang yang menjadi dokter. Pada awalnya, orang tersebut mungkin telah menjadi seorang dokter karena dia menikmati bisa membantu orang (intrinsik), namun alasan untuk menjadi dokter mungkin berubah ke uang (ekstrinsik).
Stres adalah respon fisik normal terhadap peristiwa yang membuat Anda merasa terancam atau kesal saldo Anda dalam beberapa cara. Ketika Anda merasa bahaya - apakah itu nyata atau membayangkan - pertahanan tubuh tendangan ke gigi tinggi dalam proses, cepat otomatis dikenal sebagai "-melawan atau-penerbangan" reaksi, atau respon stres.
Manajemen stres adalah perbaikan dari stres dan terutama stres kronis sering untuk tujuan meningkatkan fungsi sehari-hari. Stres menghasilkan berbagai gejala yang bervariasi menurut orang, situasi, dan tingkat keparahan. Ini dapat termasuk penurunan kesehatan fisik maupun depresi. Cara memanagemen stress antara lain dengan mengidentifikasi jika Anda stress, kemudian melihat stress dengan cara melihat lingkungan fisik, finansial, dll. Selanjutnya mengidentifikasi alasan stress. Dapat diatasi dengan melatih pernapasan, meditasi, visualisasi, pijat, humor, dan doa serta mengurangi alkohol dan rokok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar