Jumat, 26 November 2010

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar Mata Pelajaran Matematika

Pendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan sumberdaya manusia bagi kehidupan di masa yang akan datang. Melalui proses belajar diharapkan akan dicapai tujuan pendidikan. Kegiatan belajar mengajar memiliki peranan yang sangat penting agar pendidikan dapat berjalan dengan baik. Ada beberapa komponen dalam belajar mengajar yaitu : tujuan, bahan ajar, kegiatan belajar mengajar, metode, alat, sumber belajar dan evaluasi. Komponen-komponen tersebut saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain dalam rangka berlangsungnya proses belajar mengajar, bila salah satu komponen tersebut tidak ada, maka proses belajar mengajar tidak dapat berlangsung dengan baik. Keberhasilan siswa dalam belajar dapat dilihat dari hasil belajar siswa tersebut. Hasil belajar siswa yang tinggi akan memberikan dorongan dan semangat siswa meningkatkan minat belajar terhadap mata pelajaran, karena minat merupakan sesuatu yang sangat penting bagi seseorang dalam melakukan sesuatu kegiatan. Jika seseorang mempelajari sesuatu dengan penuh minat maka diharapkan hasilnya akan baik, namun apabila seseorang tidak memiliki minat untuk mempelajari sesuatu maka jangan diharapkan bahwa seseorang dapat berhasil dengan baik dalam mempelajari hal tersebut. Dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah ada tiga variabel yang saling berkaitan. Ketiga variabel tersebut adalah kurikulum, guru dan proses belajar mengajar. Dalam hal ini guru menempati kedudukan sentral sebab peranannya sangat menentukan.
Dengan demikian guru memiliki peranan penting dalam mentransformasikan isi kurikulum yang diantaranya adalah materi pelajaran. Guru dituntut memiliki ketrampilan dan kemampuan tersendiri agar materi pelajaran dapat sampai kepada siswa sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Salah satu kemampuan itu adalah dalam memilih metode pengajaran. Dalam penyampaian materi pelajaran seorang guru harus mampu membuat siswa paham akan materi yang disampaikan, oleh karena itu guru harus dapat memanfaatkan media yang ada salah satunya adalah buku pelajaran. Buku pelajaran memang banyak yang beredar. Selain itu, di sekolah juga disediakan buku paket. Pada kenyataanya masih banyak siswa yang tidak memiliki buku penunjang selain buku paket. Mereka cenderung hanya mencatat dari penjelasan gurunya. Hal ini disadari maupun tidak dapat menghambat proses belajar mengajar sebab siswa kurang memiliki bahan untuk belajar pada saat kegiatan belajar mengajar di kelas berlangsung.
Matematika memainkan peranan yang sangat vital dalam kehidupan sehari-hari. Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern. Maka, tidak heran jika peradapan manusia berubah dengan pesat karena ditunjang dengan partisipasi matematika yang selalu mengikuti perubahan dan perkembangan zaman. Peningkatan kualitas pendidikan matematika merupakan hal yang sangat strategis dalam meningkatkan sumber daya manusia agar memiliki pegetahuan, keterampilan, dan sikap yang berorientasi pada peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasil studi The Third International Mathematics and Science Study-Repeat-TIMSS-R, 1999 (IEA, 1999) memperlihatkan bahwa, diantara 38 negara peserta, prestasi siswa SLTP kelas 2 Indonesia berada pada urutan ke-34 untuk Matematika. Pernyataan tersebut, menunjukkan bahwa kualitas pendidikan matematika di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Pada hakikatnya di dalam belajar senantiasa ada rintangan dan hambatan yang akan mempengaruhi prestasi yang dicapai siswa. Faktor penyebab kesulitan belajar pada dasarnya ada dua macam, yaitu faktor intern (faktor yang berasal dari diri siswa) dan faktor ekstern (faktor yang berasal dari luar diri siswa.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah : faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran matematika siswa kelas VII SMP. Sedangkan manfaat yang dapat diperoleh adalah bisa dijadikan sebagai sumbangsih dalam meningkatkan kualitas pendidikan matematika bagi pemerintah, bagi guru bisa dijadikan sebagai acuan dalam mengajar agar para peserta didiknya apat berprestasi lebih baik dimasa yang akan datang dan bagi siswa bisa dijadikan sebagai bahan kajian belajar dalam  rangka meningkatkan prestasi diri pada khususnya dan meningkatkan pendidikan matematika pada umumnya.
Dalam proses pembelajaran, tugas guru tidak hanya sekedar menyampaikan atau mentransfer ilmu atau bahan pelajaran kepada siswa. Guru sebagai pendidik dituntut untuk bertanggung jawab atas perkembangan siswa. Tetapi tidak semua siswa mampu menguasai bahan pelajaran yang disampaikan oleh guru. Kesulitan belajar yang dialami siswa tidak selalu disebabkan oleh inteligensi atau angka kecerdasannya yang rendah. Penyebab kesulitan belajar dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa (faktor internal) yang meliputi : kemampuan intelektual, afeksi seperti perasaan dan percaya diri, motivasi belajar, konsentrasi belajar, cita-cita siswa, kematangan untuk belajar, usia, jenis kelamin, kebiasaan belajar, kemampuan mengingat, dan kemampuan pengindraan seperti  melihat, mendengarkan, dan merasakan. Sedangkan faktor yang berasal dari luar siswa (faktor eksternal) meliputi faktor-faktor yang berkaitan dengan kondisi proses pembelajaran yang meliputi : guru, kualitas pembelajaran, instrumen atau fasilitas pembelajaran baik berupa hardware maupun software serta lingkungan, baik lingkungan sosial maupun lingkungan alam.
Siswa yang mengalami kesulitan belajar, ditunjukkan oleh hasl belajar yang rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain : rendahnya kemampuan intelektual  siswa, gangguan perasaan atau emosi, kurangnya motivasi untuk belajar, kurang matangnya siswa untuk belajar, usia yang terlampau muda, latar belakang sosial yang tidak menunjang, kebiasaan belajar yang kurang baik, kemempuan mengingat yang rendah, terganggunya alat-alat indera, proses belajar mengajar yang tidak sesuai dan tidak adanya dukungan dari lingkungan belajar.
Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, secara garis besar dapat dilakukan dengan cara melakukan serangkaian pembenahan persoalan yang dihadapi, di antaranya, selain kurikulum yang dapat memberikan kemampuan dan keterampilan dasar minimal, adalah penerapan strategi pembelajaran yang dapat membangkitkan sikap kreatif, demokratis dan mandiri yang disesuaikan dengan kebutuhan prediksi pembelajaran masa kini dan mendatang. Pembenahan yang dianggap sangat mendesak , pertama, mengubah pembelajaran dari siswa belajar pasif ke plajar aktif. Kedua, mengubah pembelajaran dari pandangan transmisi menjadi pandangan koneksi. Padangan koneksi menekankan koneksi berbagai ide-ide matematika. Selain itu, guru masa depan hendaknya merupakan perancang, inovator, motivator, memiliki kemampuan pribadi yang memadai dan sekaligus sebagai pengembang. Keberhasilan pembelajaran sangat bergantung bagaimana guru tersebut mengelola pembelajarannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar